
Fotografi di era disrupsi
On 14 June 2020 by IrwandiTak terelakkan, fotografi menjadi salah satu bidang yang harus menyesuaikan diri terhadap disrupsi. Lembaga pendidikan fotografi sebagai salah satu agen dalam peta sosial fotografi dituntut untuk berbenah. Memikirkan ulang untuk menemukan peluang ‘baru’ dalam medium ini. Dari segi bisnis, ceruk pasar fotografi sebagai benda visual-cetak di tataran domestik tak lagi dapat diandalkan. Jasa cuci-cetak foto

Tentang kata poly
On 14 June 2020 by IrwandiKelas Fotografi Hitam Putih Pada satu sesi kelas kamar gelap fotografi/darkroom, saya menyampaikan kurang lebih begini: “bahwa terkait kontrast nada, kertas foto hitam putih itu ada yang disebut graded paper, ada yang disebut multi grade paper. Graded paper adalah kertas yang memiliki tingkat kekontrasan tunggal. Sedangkan multi grade paper ialah kode kertas yang memiliki tingkat
Praktik Tinjauan Seni
On 14 June 2020 by Irwandi[Contoh untuk mahasiswa penempuh MK Tinjauan Seni (Fotografi), Prodi Fotografi FSMR ISI Yogyakarta . Bagi mahasiswa yang sedang menempuh matakuliah ini, harap dishare ke teman seperjuangan. Karena ini contoh, masih dibuat secara singkat. Dalam tugas UTS atau UAS sesungguhnya, mahasiswa wajib membuat dengan lebih detil, mencantumkan referensi (catatan perut), kepustakaan,sehingga dapat membuat ulasan seperti ini

Fotografi dan keberaksaraan visual
On 14 June 2020 by IrwandiKetahuilah bahwa di masa “everyone is photographer” saat ini, berfoto diri, baik sendiri maupun bersama-sama masih sangat lekat dengan kesenangan dan kemewahan subjek di dalamnya. “kau ada di sana, kau senang, kau yang bertahan, tanpa kau sadari seperti apa kondisi di sekelilingmu!” Foto sempat dikatakan sebagai “message without code”, namun belakangan justru sebaliknya, foto ada
Fotografi dan masyarakat kini
On 14 June 2020 by IrwandiMasifnya persebaran fotografi hampir saja menempatkan produk media ini menjadi “meaningless”, kehilangan makna dan keistimewaannya. Siapapun bisa memotret apapun, kapanpun, dimanapun, dan disebarkan ke siapapun. Keterbukaan akses fotografi dan benda-benda visual lainnya ternyata belum sepenuhnya dapat disikapi secara bijak oleh masyarakat pada umumnya. Banyak kasus yang terjadi dan menjadi sorotan (viral) di masyarakat yang diawali