
Foto sebagai Produk Eksklusif: Proyek Riset dukungan Lembaga Penelitian ISI Yogyakarta
On 29 October 2020 by IrwandiPenelitian ini merupakan upaya sintesis, eksplorasi dan eksperimentasi untuk memformulasikan produk fotografi seni terap melalui penggabungan aspek seni fotografi dan aspek seni lukis. Secara konkret melalui penelitian ini akan dilakukan pencetakan foto digital diatas media kertas dan kanvas yang dalam tahap selanjutnya akan diaplikasikan dengan material dan teknik seni lukis untuk mendapatkan kesan eksklusif. Konsumsi fotografi secara fisik, kini semakin mengerucut pada pemenuhan kebutuhan domestik dan seni. Hasil amatan sementara menunjukkan tekstur pada lukisan memiliki kekuatan visual tersendiri, yang mana hal tersebut tidak terdapat dalam karya fotografi. Pertanyaan utama penelitian ini adalah bagaimana memilih, mencetak foto secara digital di atas media tertentu, dan mengaplikasikan material dan teknik seni lukis untuk menghasilkan karya foto yang khas, eksklusif, dan berkarakter melalui aplikasi material dan teknik seni lukis. Inovasi yang dihasilkan dari penelitian ini adalah sebuah model kerja untuk meningkatkan nilai cetakan foto di masyarakat melalui penambahan elemen tekstur yang dihasilkan dari sentuhan tangan. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini meliputi studi pustaka, studi dokumen, eksplorasi, dan eksperimentasi.
Irwandi, Agni Saraswati & Erna Kusuma Dewi
Fotografi merupakan salah satu produk reproduksi visual yang lazim digunakan dalam kehidupan. Perkembangan teknologi fotografi hingga saat ini merupakan salah satu faktor nyata yang menjadi penyebab meluasnya penggunaan fotografi. Sejak awal abad ke-21, cara manusia menggunakan fotografi mengalami perubahan, seiring dengan munculnya digitalisasi fotografi. Saat ini, cara manusia mengkonsumsi fotografi dapat dibedakan menjadi dua yaitu secara digital (melalui layar gawai) dan secara fisikal (melalui hasil cetakan). Ada kecenderungan, konsumsi fotografi secara digital kini telah jauh meninggalkan konsumsi secara fisik. Konsumsi digital semakin banyak digunakan untuk pemenuhan kebutuhan kerja yang dinamis dan produktif. Sementara, konsumsi fotografi secara fisik semakin terbatas, yaitu untuk pemenuhan kebutuhan dokumen fisik, domestik, dan seni. Masing-masing cara konsumsi memiliki keunggulan dan kekurangan tersendiri. Konsumsi imaji fotografi secara digital memungkinkan persebaran foto secara cepat dan meluas secara virtual. Sementara konsumsi fisik sangatlah terbatas, namun di sisi lain merupakan sebuah ciri khas untuk mencapai nilai eksklusivisme, terutama bila fotografi ditempatkan sebagai benda seni.
Kekuatan media fotografi dalam konteks penggunaan fisik untuk kesenian atau sebagai benda seni menemui tantangan berat dari produk visual lain seperti seni lukis dan seni grafis. Dapat diduga, hal tersebut terjadi karena beberapa hal, salah satunya adanya karakter khas seni lukis dan grafis yang melibatkan rasa dan „sentuhan tangan‟ seniman. Keterlibatan tangan/ sentuhan langsung dalam karya, akan menghasilkan kesan unik dan eksklusif, yang didukung dengan keberadaan tekstur dan warna dari material seni lukis. Walaupun tidak dipungkiri juga bahwa untuk membuat karya lukisan yang realistik, dibutuhkan proses yang panjang. Sang seniman harus berlatih secara serius dan intensif, sehingga dari sisi waktu, tidaklah efisien. Sementara fotografi sangat didominasi proses mekanis-reproduktif, minim sentuhan manusia yang sifatnya langsung ke hasil akhir. Ini menjadi salah satu kelemahan fotografi bila dibandingkan dengan seni lukis. Namun, di sisi lain fotografi masa kini memiliki beberapa keunggulan, diantaranya kemudahan dan kecepatan dalam proses produksi.
Kondisi ini dapat dipandang menjadi peluang dan tantangan, dalam kata lain, kondisi ini memunculkan ide untuk menciptakan produk foto yang ekslusif, melalui kombinasi antara teknik visualisasi fotografi digital dan teknik dan material seni lukis. Dalam kata lain, penelitian ini juga merupakan upaya mempertemukan kelebihan masing-masing medium (foto dan seni lukis). Keserbacepatan fotografi digital akan dikombinasikan dengan karakter khas lukisan yang hasil akhirnya berupa karya seni yang bernilai ekonomi. Lebih jauh, maksud produk foto eksklusif dalam penelitian ini adalah tingkat keunikan atau kekhasan sebuah karya foto, yang mana karya foto yang telah mengalami perlakukan penelitian akan memiliki kesan tekstural, berkarakter yang berasosiasi dengan karya seni lukis. Karya foto dikatakan eksklusif ketika karya itu dipandang tidak hanya dari sisi tema/ cerita foto, namun juga dapat dipandang sebagai benda seni yang tidak bisa diduplikasi.
Diperlukan riset dan percobaan yang dilandasi pengetahuan untuk mewujudkan produk tersebut. Berdasarkan hal itu lah, maka penelitian ini merupakan upaya sintesis, yang dilakukan melalui metode eksplorasi, dan eksperimentasi pada dua medium, yaitu fotografi dan seni lukis. Target dari penelitian ini adalah sebuah produk fotografi eksklusif, unik, bernuansa ‘sentuhan tangan’ yang memiliki nilai jual di masyarakat. Contoh genre-genre foto yang akan dijadikan sampel penelitian ini diantaranya foto pemandangan, foto potret, dan foto alam benda.
Permasalahan utama penelitian yang akan dicarikan jawabannya ialah bagaimana memilih, mencetak foto secara digital di atas media tertentu, dan mengaplikasikan material dan teknik seni lukis untuk menghasilkan karya foto yang khas, eksklusif, dan berkarakter melalui aplikasi material dan teknik seni lukis? Belum pernah ada penelitian semacam ini di bidang fotografi. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini penting sebagai upaya untuk merumuskan modus kerja yang dapat mengisi kebutuhan seni dan domestik terhadap fotografi fisik yang memiliki nilai lebih dan eksklusifitas agar semakin diminati masyarakat. Hasil penelitian ini juga dapat menjadi inovasi terapan yang sangat berguna di ranah industri kreatif fotografi.
Calendar
M | T | W | T | F | S | S |
---|---|---|---|---|---|---|
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | |
7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 |
14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 |
21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 |
28 | 29 | 30 |