
Perancangan Studio Keliling Fotografi Analog Sebagai Sarana Pendidikan dan Hiburan
On 24 September 2021 by IrwandiDr. Irwandi, M.Sn., Novan Jemmi Andrea, M.Sn., Michael Steve J.S., Riki Maulana
Saat ini fotografi analog mulai hidup kembali di kalangan komunitas pecinta fotografi. Praktik fotografi analog melibatkan manusia secara langsung, sehingga dipandang sesuai dengan kesadaran bahwa manusia tidak boleh sepenuhnya bergantung pada mesin. Berdasarkan kondisi-kondisi tersebut, penelitian ini mengajukan sebuah rancangan studio foto keliling berbasis fotografi analog. Tahapan penelitian dilakukan secara berurutan mulai dari pencarian dan pengumpulan referensi hingga pelaksanaan tahapan desain mulai dari desain dua dimensi pada tahap pertama, hingga desain tiga dimensi. Secara konkret, perancangan studio fotografi analog didesain di atas sebuah bus berukuran panjang 12 meter dan lebar 2,5 meterĀ yang dimodifikasi. Ruang dalam bus dirancang agar dapat menjadi sebuah gerai foto yang digunakan untuk memproses foto (pemfotoan, pemrosesan, dan pencetakan), serta dijadikan sarana pendidikan, hiburan rakyat, dan layanan fotografi analog yang unik. Hasil ranccangan memperlihatkan ruang di dalam bus dibagi menjadi tiga bagian, yaitu ruang pengemudi dan penumpang atau kru, lalu ruang rapat atau kantor mungil, dan terakhir adalah studio fotografi analog yang didalamnya disediakan fasilitas cuci dan cetak foto analog. Harapannya, rancangan ini dapat diwujudkan dan dapat menumbuhkembangkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan generasi muda di bidang fotografi. Penelitian ini didanai Institut Seni Indonesia Yogyakarta melalui Skema Penelitian Terapan LPPM ISI Yogyakarta.
Calendar
M | T | W | T | F | S | S |
---|---|---|---|---|---|---|
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | |
7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 |
14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 |
21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 |
28 | 29 | 30 |